18 Oktober 2021

DESA SIDOHARJO

NYAWIJINING TEKAD AMBABAR KARAHARJAN

Pemerintah Desa Sidoharjo Berdayakan Masyarakat Desa Dengan Budidaya Durian

Sidoharjo Post. Siapa yang tidak mengenal buah durian?mendengar saja rasanya ingin segera mencicipinya. Durian merupakan salah satu buah yang sangat digemari dan dinanti-nantikan masyarakat, karena untuk mendapatkannya harus menunggu pada masa panen. Teksturnya yang lembut dan halus dengan rasa manis yang khas membuat buah durian menjadi primadona pecinta durian. Meskipun harganya bisa dibilang mahal dibanding harga buah-buah lainnya namun hal itu tidak menjadi masalah bagi pecinta durian untuk menikmatinya.

Durian mempunyai banyak jenis dan juga harga yang bervariasi. Ada durian merah, durian montong, durian pelangi, durian bawor, durian musang king dan masih banyak lainnya. Harga masing-masing durian ditentukan jenis durian tersebut, dari yang murah sampai yang paling mahal, bahkan ada yang sampai ratusan ribu rupiah.

Indonesia merupakan produsen durian tertinggi kedua di dunia di bawah Thailand dengan produksi berkisar 500-700 ribu ton per tahun. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2002-2013, konsumsi durian di Indonesia adalah 1,8 kilogram per kapita per tahun. Dibutuhkan sekitar 50.000 hektar kebun baru di Indonesia untuk bisa mencukupi permintaan pasar dengan rancangan tingkat konsumsi 5 kg per kapita nantinya.

Melihat kebutuhan pasar yang sangat besar peluang bisnis durian masih terbuka lebar. Oleh karenanya Pemerintah Desa Sidoharjo menggandeng petani durian dari Kabupaten Wonogiri yang sudah profesional dalam mengelola bibit durian untuk mengadakan Pelatihan Budidaya Durian. Pelatihan ini sasarannya adalah kelompok masyarakat petani lingkungan warga  wonopuro RT 011 RW 003 Dukuh Sidowayah.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Minggu (11/4) pagi di Balai Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon itu dihadiri 30 Kepala Rumah Tangga, Kepala Desa beserta perangkat, Pendamping Desa (Zainul), utusan dari Kecamatan (Suwandi) dan narasumber ( Rimo dan Sugiyanto). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam budidaya durian, baik dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan dan lainnya. Serta kedepannya lingkungan wonopuro ( RT 011 Sidowayah) bisa menjadi percontohan budidaya durian sehingga menjadi daya tarik tersendiri masyarakat untuk berkunjung kesana.

Kepala Desa Sidoharjo, Parnu dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya menanam dan merawat durian tidak semudah menanam tanaman lainnya, karena harus selalu diperhatikan masa pertumbuhannya. Sehingga beliau berharap agar betul-betul memahami materi yang nanti akan disampaikan oleh narasumber.

“ Merawat durian itu tidak mudah pak, harus ekstra dan tidak boleh lengah, karena menanam durian itu ibarat merawat bayi jadi harus bisa memahami masa pertumbuhannya, waktunya sekarang apa itu harus diperhatikan. Maka dari itu mari nanti apa yang disampaikan narasumber bisa diperhatikan dengan baik, supaya panjenengan semua bisa paham”. Kata Parnu

Sementara itu perwakilan kecamatan, Suwandi juga menyampaikan hal yang sama bahwasanya pelatihan ini di danai dari Dana Desa dan biayanya yang besar sehingga harapannya nanti peserta pelatihan bersungguh-sungguh dalam menanam dan merawat tanaman durian tersebut. Selain itu beliau juga berharap agar masyarakat memanfaatkan lahan untuk pelestarian dan wonopuro bisa menjadi perconohan Budidaya Durian.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber, bahkan beberapa kali ada tanya jawab dari peserta kepada narasumber. Selain mendapatkan materi tentang budidaya durian peserta juga diajak praktek langsung cara menanam durian di halaman balai desa Sidoharjo. Setelah selesai kegiatan pelatihan ini peserta mendapat jatah bibit durian masing-masing 6 bibit untuk ditanam di lingkungan wonopuro. Aapun jenis durian yang diberikan adalah durian jenis Montong.